Warga Buti Dilatih Bikin Minyak Goreng Dan VCO

  • Bagikan
Warga saat mengikuti pelatihan (foto:ist)

MERAUKE,ARAFURA,-Tim dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Musamus (Unmus) belum lama ini melaksanakan pelatihan dan pendampingan pengolahan kelapa menjadi minyak goreng dan Virgin Coconut Oil (VCO) bagi masyarakat lokal Kampung Buti. Kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat yang sumber dananya berasal dari hibah Dipa Internal Unmus tahun 2022.  Kegiatan dilakukan oleh tim Pengabdian Dosen  yang terdiri dari Nurliah, S.P, M.Si, Sajriawati, S.Pi, M.Si dan Gardis Andari, S.Pd, M.Si.

“Kampung Buti merupakan salah satu wilayah penghasil kelapa karena terletak di pesisir pantai yang berpotensi dalam pengembangan produk hasil olahan berupa minyak goreng dan VCO. Lokasinya cukup strategis karena tidak jauh dari area perkotaan yang padat penduduk, sehingga dapat memudahkan masyarakat dalam pemasaran produk,”terang Nurliah selaku ketua tim  di sela-sela monitoring dan avaluasi di Kampung Buti. Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap masyarakat dapat mengoptimalkan potensi sumber daya alam berupa pohon kelapa yang buahnya cukup melimpah sehingga dapat diolah menjadi berbagai produk.

Kegiatan ini tidak sebatas pada pelatihan saja, tapi disertai pendampingan sehingga masyarakat bisa menghasilkan minyak goreng dan VCO.  Tujuannya agar menjadikan masyarakat lokal yang mandiri terutama para wanita sehingga dapat menambah penghasilan keluarga guna mencukupi kebutuhan sehari-hari.  “Kami berharap masyarakat dapat menerapkannya secara mandiri dan jika membutuhkan pendampingan khusus dalam hal desain produk atau packaging maka kami siap membantu” jelas Nurliah.

Ia menambahkan, kegiatan pengabdian telah berlangsung selama 1 bulan pada Bulan September 2022 dan mencakup 4 tahapan yaitu sosialisasi mengenai potensi wilayah dan pemanfaatan buah kelapa menjadi berbagai produk olahan yang dapat meningkatan pendapatan keluarga, pelatihan pembuatan minyak goreng dan VCO,  packaging produk dan trik pemasaran serta  monitoring dan evaluasi.  Peserta yang dilibatkan adalah kaum perempuan dari berbagai kalangan usia dan merupakan warga lokal di Kampung Buti.  Menurut salah seorang peserta pelatihan Fransiska Gebze, kegiatan ini pertama kalinya dilakukan di Kampung Buti dan masyarakat sangat antusias.  Fransiska mengharapkan produk ini dapat  dikembangkan, baik secara mandiri maupun kelompok. “Tim pengabdian diharapkan dapat membantu mendampingi kami dalam mendesain produk dan pemasaran,” ujar Fransiska.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *