Untung Sangaji Dan Karya Seni, Begini Cara Ia Menghargainya

  • Bagikan

Untung Sangaji saat mengukir kaligrafi (foto:ist)
JAYAPURA,ARAFURA,-Kepala Bagian Pengadaan Biro Logistik (Kabagada Rolog) Polda Papua ini, AKBP Ir.Untung Sangaji, MH yang juga mantan Kapolres Merauke dikenal memiliki segudang talenta di luar tugasnya sebagai polisi. Banyak sudah yang ia hasilkan selama bertugas di sejumlah daerah dan turut dibagikan kepada orang lain. Di berbagai kesempatan ia kerap terlihat mengajarkan masyarakat berbagai ketrampilan, baik produk home industri hingga keahlian di bidang seni. Salah satunya yang sangat disukai oleh polisi viral ini adalah seni lukis dan ukiran indah dalam bentuk kaligrafi.
Ia turut mengajarkan ketrampilan tersebut kepada masyarakat, dari anak-anak hingga kalangan dewasa. Namun tidak hanya fokus pada kemampuan dirinya secara pribadi, Untung Sangaji juga sangat menghargai karya seni orang lain. Tidak terkecuali karya seni masyarakat lokal dimana ia bertugas. Saat menjabat sebagai Kapolres Merauke, ia begitu menyukai ukiran asli Papua yang dibuat oleh warga asli sehingga langsung membelinya. Bahkan ia memiliki kenangan manis dengan salah satu seniman asal Asmat yang belum lama ini telah menghembuskan napas terakhir karena sakit yang diderita.
Tidak dapat dipungkiri jika Papua memiliki banyak seniman yang trampil dan piawai dalam menghasilkan karya berkualitas ciri khas tanah Papua. Salah satunya adalah almarhum Andreas Puer, pria kelahiran 1954 itu memang telah tiada namun sosoknya akan selalu dikenang sebagai salah satu seniman asli Papua yang berbakat melalui ukirannya. Bahkan di masa tuanya, almarhum tidak berhenti untuk berkarya sehingga membuat kagum banyak orang, tidak ketinggalan AKBP Untung Sangaji. Kepada ARAFURA News via telepon, Selasa (20/12), Untung Sangaji berkisah bahwa ia mengenal almarhum tidak saja saat dirinya ditugaskan sebagai Kapolres Merauke namun ketika dimutasikan ke Polda Papua hubungan tersebut tetap terbina dengan baik.
Ia menyampaikan turut berbela sungkawa atas wafatnya almarhum yang sudah dianggap seperti saudara itu. “Beliau adalah saudara, sahabat, abang dan orang tua saya. Almarhum semasa hidup sangat baik dan rajin, ukirannya membuat saya kagum. Tidak hanya itu, semangatnya untuk tetap berkarya di masa tua semakin membuat saya salut,”terangnya. Memiliki hobi dan ketrampilan yang sama di bidang seni, tidak heran jika Untung Sangaji sangat akrab dengan almarhum. Ia mengundang almarhum untuk datang ke kantor saat itu, tidak hanya sekedar bersilaturahmi tetapi juga terlibat diskusi ringan seputar karya seni dan ketrampilan yang dimiliki almarhum.

Ia sangat antusias ketika bertemu figur yang satu visi dengannya di bidang seni sehingga tidak hanya mengundang almarhum tetapi juga berkunjung ke rumah sang seniman dan langsung membeli ukirannya. Ketika mengetahui sahabatnya itu sakit, polisi yang juga sukses memimpin Polres Aceh Utara ini sering memberikan vitamin dan obat untuk menunjang kesehatan almarhum. Hal ini menunjukkan begitu besar kepedulian yang ditunjukkan oleh seorang Untung Sangaji kepada masyarakat dimana tempat ia pernah bertugas dulu.

“Terus terang saya merasa kehilangan sahabat sekaligus orang tua. Sebab beliau adalah tokoh yang sangat baik dan seniman juga seperti saya. Beberapa karyanya saya beli sebagai bentuk penghargaan terhadap karya asli orang Papua khususnya Asmat, termasuk karya terakhirnya,”jelasnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, ketika seorang polisi memiliki bakat lain dalam dirinya maka itu sah-sah saja. Tetapi harus diingat agar tetap menjadi polisi yang profesional karena status sebagai seorang polisi tidak boleh hilang. Jika memiliki kemampuan di bidang lain maka salurkanlah dengan baik, misalnya bakat yang dimiliki di bidang seni dan berbagai ketrampilan lainnya.

Menurut Untung Sangaji setiap individu yang memiliki kemampuan dalam diri diharapkan dapat memanfaatkannya dengan baik termasuk membagi wawasan dengan orang lain. Jika punya bakat sebagai seniman, maka orang itu harus paham betul kelebihan dari karya seni yang dibuat dan apa saja dasar-dasarnya. Begitu pula jika punya talenta di bidang sastra harus mengerti bagaimana menjadi sastrawan yang profesional dan manfaat itu tidak hanya dirasakan oleh diri kita sendiri. Begitu pula kemampuan merangkai kata dalam sebuah tulisan agar orang menyukai tulisan tersebut dan berpengaruh terhadap siapa saja yang meresapi tulisan itu.

Bagaimana memilih kosa kata yang bagus agar disukai orang dan indah disampaikan kepada orang lain. Namun sebagai polisi harus tetap mengutamakan tugas dan tanggung jawab, jangan sampai hobi dan bakat tersebut tidak berimbang dengan tugas sebagai aparat. Polisi yang juga ahli dalam mengolah kopi dan kerajinan UMKM ini menegaskan bahwa kemampuan yang dimiliki seseorang di bidang seni mahal harganya. Tidak hanya semata-mata soal nominal yang bisa dihasilkan namun di lain sisi, bagaimana orang tersebut dapat membagi kemampuan kepada orang lain. Untung Sangaji diketahui memiliki kemampuan dalam seni lukis dan jago membuat kaligrafi yang indah.

Dengan bermodalkan ujung jarinya, ia bahkan mampu menghasilkan sebuah lukisan dalam waktu singkat. Menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri baginya ketika dapat berbagi ilmu dengan orang lain karena hal itu menurutnya lebih berharga. Fantastis, lukisannya pernah laku hingga 75 juta Rupiah tidak lama setelah ia viral karena aksi heroiknya menumpas teroris di kawasan Sarinah beberapa tahun lalu. Namun hal-hal luar biasa yang sudah ia raih dan lakukan sama sekali tidak membutakan dirinya dalam kesombongan atau memandang rendah orang lain. Justru dirinya semakin termotivasi untuk membantu dan berbagi dengan orang lain. “Saya tidak pernah menyangka lukisan yang saya buat hanya menggunakan pena dan tatakan dari sebuah restoran saat itu dibeli orang dengan harga tinggi dan notabene orang asing. Padahal lukisan saya itu tidak full colour hanya berwarna hitam putih,”tukas Untung Sangaji.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *