Terkait Pembentukan MSF, Sejumlah Kalangan Ikut Workshop

  • Bagikan

MERAUKE,ARAFURA,-Sejumlah pihak dari berbagai latar belakang dan instansi terkait mengikuti workshop pembentukan Multi Stakeholder Forum (MSF) Kabupaten Merauke yang berlangsung di Rumah Bina Pankat pada tanggal 19 dan 20 Oktober 2023. Workshop tersebut bertujuan untuk menyediakan wadah bagi berbagai pihak untuk berdiskusi dan melakukan aksi nyata bersama untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan serta pemberdayaan masyarakat adat dan masyarakat lainnya di Kabupaten Merauke, menyiapkan struktur kelembagaan MSF serta menyusun program kerja sesuai dengan komisi-komisi yang disepakati bersama.

Field Coordinator Yayasan Wasur Lestari Papua, Wilhelmina Welliken pada pembukaan kegiatan menyampaikan, sebelum workshop telah diadakan pertemuan dan diskusi yang melibatkan masyarakat dan LSM guna membahas isu-isu lingkungan, bagaimana solusinya serta tindak lanjut ke depan. Lalu pada diskusi selanjutnya menghadirkan kalangan akademisi dan perusahaan kemudian berlanjut dengan kalangan OPD dan pihak DPRD.
“Pada workshop kali ini diharapkan semua pihak yang hadir dapat bertukar pikiran dan membahas lebih detil terkait dengan struktur lembaga MSF. Wadah ini menjadi penting sebagai forum kolaborasi dari stakeholder di Kabupaten Merauke untuk bersama-sama bergerak dan menyusun program. Forum ini adalah forum kita bersama dimana semua pihak memiliki sense of belonging dan bergandengan tangan mendukung pemerintah daerah dalam upaya mensejahterakan kehidupan masyarakat terutama yang ada di Kabupaten Merauke,”terangnya.

Sementara itu Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Merauke, Dominikus Ulukyanan mengapresiasi kegiatan yang digelar terlebih tujuannya dalam rangka menyiapkan struktur kelembagaan MSF. Forum tersebut menurutnya forum yang luar biasa, apalagi ketika ia mendengarkan langsung penjelasan dari beberapa pihak sehingga semakin memperkuat keyakinannya bahwa forum ini bukanlah forum yang biasa-biasa saja sehingga patut didukung.

Sekedar diketahui, workshop hari pertama diisi dengan presentasi kajian sebaran SDA di Kabupaten Merauke, policy brief Perda nomor 5 tahun 2013 tentang pengelolaan SDA berbasis Masyarakat Hukum Adat Malind Anim, policy brief Transfer Anggaran Kabupaten Berbasis Ekologi (TAKE), pemahaman tentang MSF dalam membangun komitmen bersama sesuai visi misi yang selanjutnya akan dibentuk sharing pengalaman MSF Mimika dan pembentukan MSF yang meliputi pemilihan nama forum, visi misi dan penyusunan kelembagaan forum. Sedangkan pada hari kedua dilaksanakan pemilihan badan pengurus masa bakti 2023-2026 yang diawali dengan penyampaian kriteria calon pengurus dan penetapan kandidat ketua. Dilanjutkan dengan perumusan isu strategis dalam program kerja dan komitmen bersama dalam kegiatan kolaborasi MSF serta penyampaian draft MOU. (iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *