Sulaeman Pastikan Bimtek Libatkan Warga Asli Papua

  • Bagikan
Sulaeman Hamzah saat memakaikan kaos kepada peserta (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,-Anggota Komisi IV DPR RI, Sulaeman L.Hamzah mengemukakan bahwa setiap pihaknya melaksanakan bimtek maka warga asli Papua selalu dilibatkan dan mendapatkan perhatian. Jumlahnya mencapai hingga 70% dan dirangkul menjadi peserta dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan dan ketrampilan sehingga bisa lebih unggul. Apalagi lahan di Papua sudah tersedia, tinggal meningkatkan kemampuan SDM dan pengetahuan agar bisa berimbang. “Saya bisa pastikan itu, di setiap bimtek pasti mengikutsertakan saudara kita asli Papua agar mereka juga bisa maju di bidang pertanian.

Untuk itu saya mengharapkan waktu yang singkat ini dapat memanfaatkan dengan baik, seraplah ilmu dari para narasumber agar mampu mengelola komoditi yang ada sehingga bermanfaat bagi keluarga maupun masyarakat,”terangnya pada pembukaan bimbingan teknis budidaya dan hilirisasi produk hasil perkebunan di Halogen Hotel, Kamis (27/10). Dijelaskan, berdasarkan kebijakan nasional khususnya di bidang pertanian memang konsentrasi awal diarahkan pada komoditi padi, jagung dan kedelai. Untuk padi dalam waktu tiga tahun terakhir dapat dikatakan sudah swasembada,  begitu pula untuk jagung produksinya juga sudah mendekati pemenuhan kebutuhan dalam negeri.

Hanya saja untuk kedelai masih mengimpor sekitar 2,8 juta ton. “Jadi terus kita gencarkan pengembangan kedelai termasuk di Papua, jadi bisa kita kembangkan atau masih menunggu karena banyak PR yang harus kita selesaikan juga di daerah,”terangnya. Sulaeman menambahkan, saat ini terdapat 13 hektar lahan di Distrik Jagebob khusus untuk budidaya kedelai. Jika uji coba ini berhasil maka salah satu komoditi yang bisa diunggulkan dari Merauke juga komoditi kedelai.

Tetap disesuaikan dengan pengembangan komoditas di wilayah masing-masing. “Tidak mungkin di daerah gersang dikembangkan sawah. Beda halnya di Papua karena semua serba ada. Kita punya hutan sagu yang sangat luas dimana sagu Papua adalah yang terbesar di dunia,”tukasnya Pihaknya juga akan memfasilitasi dalam hal pemasaran sehingga komoditi dari Papua dapat dipasarkan hingga keluar, termasuk yang dihasilkan dari Merauke. Ia mencontohkan komoditi kelapa yang dapat dikembangkan secara luas karena menghasilkan banyak manfaat, mulai dari sabut, tempurung dan isinya yang dapat diolah menjadi minyak goreng.

Semua akan bermanfaat untuk kepentingan masyarakat dan pasti akan menguntungkan.  Sementara itu Asisten 1 Setda Kabupaten Merauke, Agustinus Joko Guritno mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Sulaeman Hamzah karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan upaya mereka dalam bertani semakin berkembang seiring dengan tambahan pengetahuan yang disampaikan oleh para narasumber. Budidaya yang dilakukan juga tidak hanya secara tradisional tetapi juga mulai mengarah kepada cara-cara yang lebih moderen. “Dengan adanya pelatihan seperti ini maka peserta dapat pengetahuan dalam membudidayakan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan buah, baik di atas pohon maupun berupa umbi dari dalam tanah,”terangnya.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *