Sisihkan 20 Persen, Untung Sangaji Bantu Pendidikan Anak Papua

  • Bagikan
AKBP Untung Sangaji saat menikmati kopi dengan cangkir buatannya dan sejumlah produk kopinya (foto:ist)

JAYAPURA,ARAFURA,-AKBP Ir.Untung Sangaji, MH tidak hanya dikenal publik sebagai sosok polisi dengan prestasi dan segudang talenta, tetapi juga memiliki sejumlah produk UMKM yang sudah dikenal luas bahkan sebagian penghasilan dari produk tersebut disisihkan untuk hal-hal bersifat sosial. Mantan Kapolres Aceh Utara dan Kapolres Merauke ini juga memiliki brand kopi yang mencantumkan namanya dan sangat laris di pasaran. Ya, brand Kopi Ir.Untung Sangaji sudah dikenal luas. Selain memasarkan produk kopi dari Aceh dan Medan, ia juga memasarkan kopi asal Papua, baik dari Wamena, Boven Digoel hingga Kabupaten Merauke.

Tidak semata-mata memasarkan kopi, penumpas teroris Sarinah yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Biro Logistik (Kabagada Rolog) Polda Papua ini juga menyelipkan unsur kemanusiaan yang sarat nilai sosial dengan membantu anak-anak Papua yang ingin menyelesaikan studi dan tidak terkendala biaya. “Keuntungan sebesar 20% untuk membantu anak-anak di Papua agar dapat bersekolah dan pendidikannya tidak terhenti. Tidak memandang latar belakang apapun, saya berupaya membantu sebisa saya.

Sama dengan yang saya lakukan di Aceh dan Sumut, dimanapun saya bertugas dan dengan kepedulian yang ada tetap berusaha membantu,” terang Untung Sangaji kepada ARAFURA News via telepon, Sabtu (12/11). Ia mengaku tersentuh dengan anak-anak Papua yang memiliki semangat untuk belajar namun terbentur biaya, padahal anak-anak tersebut harus sekolah dan kuliah. Termasuk saat ia bertugas di Merauke, ia melihat beberapa warga yang ia bina ternyata memiliki anak yang masih aktif bersekolah sehingga perlu dibantu.

“Saya tekankan di sini bahwa soal harga kopi bisa diatur namun harus diingat karena saya juga harus berbagi dengan masyarakat,”terangnya. Ia mengemukakan, kopi yang ia pasarkan dari Merauke, Boven Digoel dan Wamena sangat disukai dan ia mengemas dengan desain sederhana namun mampu memberikan kesan mewah dan menarik. “Kali ini yang saya tonjolkan adalah kemasan 100 gram, tentunya dengan tata kelola dan sistem yang baik.

Bahkan ada barcode yang bisa dibuka dan kita bisa menemukan banyak kisah di sana,”jelasnya. Menurut Untung Sangaji, kreativitas itu penting dan ia tidak akan berhenti untuk berkarya. Namun ia juga tidak mengenyampingkan unsur sosial karena dengan kreativitas itu bisa membantu orang lain. Memperkenalkan kopi lokal dari berbagai daerah adalah salah satu kreativitas yang bisa dilakukan dan keuntungan yang diperoleh dapat disisihkan untuk membantu masyarakat. (iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *