Sambut Sumpah Pemuda, SDIT Permata Bunda Gelar Pameran Kuliner Daerah

  • Bagikan

MERAUKE, ARAFURA,-SDIT Permata Bunda yang saat ini dinahkodai Alif Friendy Kurniawan termasuk sekolah yang aktif menggelar Kegiatan-kegiatan positif di berbagai momen. Salah satunya momen peringatan hari-hari besar nasional, seperti Hari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober nanti.

Sekolah ini menggelar pameran makanan daerah yang diikuti para sahabat siswa serta dewan guru. Berbagai menu khas nusantara ditampilkan, tidak hanya olahan dan cita rasa yang lezat tetapi juga penataan yang sangat apik sehingga pameran siang itu semakin menarik.

Alif mengemukakan, makanan nusantara yang dipamerkan kali ini berasal dari daerah Papua, Jawa, Sumatera, Maluku dan Sulawesi. Total ada lima daerah yang dipilih dan mendapat sambutan positif serta penuh antusias dari para siswa. Ia berharap melalui pameran ini dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan dan memperkenalkan para siswa bermacam-macam kuliner daerah sehingga wawasan mereka semakin bertambah. Sebagai anak-anak bangsa harus tahu kuliner daerahnya sendiri.

Adapun tema yang diusung yaitu “Mengenalkan kekayaan budaya dan makanan khas Indonesia melalui momentum Sumpah Pemuda”. “Gagasan ini berawal dari ketua panitia Ibu Elfri dan tim guru. Kami memodifikasi kegiatan Sumpah Pemuda di sekolah dengan seragam batik daerah dan pameran makanan dari daerah Papua, Maluku, Sulawesi, Jawa dan Sumatera serta mengenalkan budaya lokal di Merauke, “jelasnya. Nilai-nilai tersebut terdapat dalam Standar Kompetensi Kelulusan Sekolah (SKL) yang ia pimpin.

Anak-anak dan orang tua sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, tidak ketinggalan para guru juga antusias hingga acara selesai. Cerita tentang kegiatan hari ini menjadi sesuatu yang menginspirasi untuk kegiatan tahun berikutnya.

Alif mengungkapkan, sejak pagi hingga menjelang siang sebelum waktu Dhuhur, orang tua mengantarkan makanan khas daerah yang telah dibagi kepada anak-anak.
Turut disampaikan asal dan bahan makanan daerah tersebut serta dipersilahkan mencicipi makanan daerah lain.

“Harapannya, dalam diri anak tumbuh semangat mencintai budaya, makanan dan bahasa daerah yang ada di Indonesia. Selain itu mereka jadi sosok anak Indonesia calon pemuda yang mengenali asal usul budaya dan kekayaan cita rasa Indonesia.

Kami guru-guru juga semakin memahami hikmah Sumpah Pemuda dan mampu menilai adab anak dalam menghormati budaya orang lain,”ujarnya. Ucapan terima kasih ia sampaikan orang tua, anak-anak, dan dewan guru serta awak media yang turut mendukung suksesnya kegiatan tersebut.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *