Program Jaga Pangan Fokus Di Sepuluh Provinsi

  • Bagikan
Pemberian plakat kepada sekda saat dialog (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,-Tim Inspektorat Jenderal mengusung sebuah program yang disebut jaga pangan dimana untuk tahun 2022 difokuskan di 10 provinsi yang berbatasan dengan negara tetangga, antara lain wilayah perbatasan yang ada di Kalimantan Barat, NTT, Aceh, Sangihe Talaud, Merauke dan direncanakan di Nunukan. Tujuannya untuk memastikan bahwa ketahanan pangan di seluruh perbatasan Indonesia benar-benar terjamin sehingga dengan diraihnya penghargaan bagi Indonesia sebagai negara swasembada beras maka ke depan tidak hanya ketahanan pangan saja namun Indonesia diharapkan mampu mewujudkan kedaulatan pangan.

Semua itu adalah cita-cita dan Merauke sudah mewujudkannya. Demikian dikemukakan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Dr.Jan S.Maringka pada dialog jaga pangan dengan tema “Menjaga ketahanan pangan, wujudkan kedaulatan pangan” di aula Kantor Bupati, Selasa (1/11). Ia menjelaskan, program jaga pangan fokus pada lima strategi dalam hal ini proyek strategis nasional, prioritas serta program super prioritas. Namun pihaknya tidak dapat melaksanakan itu sendiri sehingga membutuhkan peran serta dari pemerintah provinsi dan kabupaten dalam sebuah sinergitas.

“Kita juga melibatkan aparat penegak hukum dimana mentan sudah menjalin kerja sama dengan TNI, Polri dan stake holder terkait lainnya. Sebab persoalan pangan ini harus dilihat sebagai persoalan kita bersama,”terangnya. Sementara itu Sekda Merauke, Ruslan Ramli mengungkapkan, Merauke menjadi salah satu daerah yang ditunjuk untuk ketahanan pangan oleh karena itu kehadiran Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian sangat diapresiasi guna melihat secara langsung upaya yang tengah dan akan dilakukan oleh Pemda Merauke.

Ia juga menyampaikan tentang upaya Merauke untuk mewujudkan ketahanan pangan dimana beberapa waktu lalu berdasarkan hasil pertemuan bupati dengan mentan di Manokwari, direncanakan akan dibuka lahan seluas 1.000 hektar untuk beberapa komoditi seperti jagung, kedelai dan padi. Dengan terjadinya perang ditambah kondisi iklim dan cuaca yang tidak mendukung maka banyak negara yang menahan produksi pertaniannya. “Oleh sebab itu guna menjaga ketahanan pangan kita maka sebagai langkah antisipasi perlu dilakukan upaya-upaya sehingga ke depan perang bukan lagi perang senjata namun lebih kepada perang pangan,”ujar sekda.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *