Piawai Buat Bonsai, Untung Sangaji Berbagi Ilmu

  • Bagikan
Untung Sangaji menunjukkan salah satu bonsai yang dibuat (foto:ist)

MERAUKE,ARAFURA,- Dikenal sebagai polisi yang multi talenta, AKBP Ir.Untung Sangaji,MH yang merupakan mantan Kapolres Merauke dan Kapolres Aceh Utara ini kerap membagikan pengalaman dan wawasan kepada masyarakat dan siapa saja yang ia temui.

Pengetahuan dari berbagai lini dan sejumlah bidang sudah sering ia bagikan kepada publik, salah satu di antaranya terkait pengembangan tanaman hias jenis bonsai. Untung Sangaji memang piawai dalam membuat bonsai yang cantik dan memiliki nilai jual tinggi. Oleh sebab itu di sela-sela aktivitasnya yang saat ini menjabat Kepala Bagian Pengadaan Biro Logistik (Kabagada Rolog) Polda Papua, ia memberikan edukasi tentang beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bonsai.

“Semoga sedikit wawasan yang saya bagikan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang memang suka dengan tanaman bonsai. Sepintas saat awal ditanam mungkin belum terlihat bagus, namun kalau sudah tumbuh dan berbentuk maka lain ceritanya. Apalagi untuk bonsai yang bagus akan dihargai dengan harga yang sesuai tergantung keindahan yang kita buat untuk menjadi pesona di mata orang. Bisa saja karya yang kita buat kadang terlihat jelek di mata orang tetapi indah di mata kita begitupun sebaliknya. Tinggal bagaimana kita menerangkan cara membuat tanaman ini agar mereka juga tahu,”jelas Untung Sangaji kepada ARAFURA News via telepon, Rabu (7/9).

Ia menjelaskan, hanya dengan menggunakan peralatan sederhana maka siapa saja dapat berlatih di rumah. Tidak hanya menambah wawasan tetapi juga agar tidak bosan dan dapat mengisi waktu luang dengan ketrampilan yang bermanfaat.

Untuk pemula maka harus memahami beberapa hal, seperti jenis tanaman, usia, bagaimana cara membuat tanaman menjadi kerdil dengan daun yang kecil bahkan batang yang bisa dibuat bengkok atau berkelok-kelok. Semua itu dapat dilakukan sesuai dengan keinginan pembuat dimana bonsai yang dihasilkan menjadi sesuatu yang benar-benar unik serta menarik.

Ia menjelaskan pula tentang beberapa peralatan sederhana untuk membuat mal cetakan pot bonsai, membuat profil dan cara membuat pot bonsai yang sederhana namun menghasilkan karya yang sangat menarik.

Termasuk alat tropol yang cocok dimana harus tajam sisi kiri dan kanan agar mudah saat memotong. Ada pula mal lain untuk mencetak pasir dengan ukuran dan model yang bervariasi, baik bulat, kotak memanjang serta ada yang kecil dan ukuran yang cukup besar.

Ketebalan 5 cm atau 7 cm sangat bagus dan lebarnya tergantung sesuai keinginan. Sedangkan panjangnya bisa satu jengkal setengah. Untuk membuat profil agar bentuknya bagus di bagian pinggir, maka dapat membuat mal samping yang tipis, bisa dari kartu plastik yang bagus atau seng almunium yang digunting. Profil sampingnya berbeda-beda, ada yang berbentuk elips bulat dan ada yang elips memanjang.

Untuk campuran semen dan pasir tidak boleh kurang dari tiga banding satu atau dua banding satu. Dua pasir atau tiga pasir untuk satu semen atau satu semen dan dua pasir juga diperbolehkan. Dalam hal ini jangan terlalu halus tetapi tidak boleh juga terlalu kasar.

Setelah mendapatkan bentuk pinggiran dari pot yang diinginkan, selanjutnya dapat dicat sesuai selera. Satu sak semen dapat menghasilkan 40 sampai 50 pot bonsai dengan ukuran tertentu. Pot bonsai ketebalan pinggirnya ada yang 5 sampai 6 mili karena kalau 1 cm terlalu tebal. “Jika terlalu tebal kita akan rugi di semen atau material saat hendak membuat profil yang lebih tebal,”tukas Untung Sangaji.**

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *