Muh.Idrus:Warga Masih Jaga Tradisi

  • Bagikan
Aipda Muh.Idrus selaku Ketua PKM Al Muhajirin (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,-Suasana Maulud Nabi Muhammad SAW tahun ini masih terasa, pasalnya di sejumlah tempat masih melaksanakan peringatan nabi besar junjungan umat Muslim itu, termasuk warga Muslim yang tinggal di pesisir pantai Kampung Binaloka Kelurahan Samkai. Warga yang didominasi perantau dari Sulawesi Selatan itu lebur dalam suasana khitmad dan kebersamaan saat menggelar peringatan Maulud Nabi di Masjid Al Muhajirin, Minggu (23/10).

Tidak lepas dari tradisi, sejumlah ember berisi makanan dan telur hias juga turut dibagikan kepada jamaah yang hadir usai acara. Menurut Aipda Muh.Idrus selaku Ketua PKM Al Muhajirin, peringatan Maulud Nabi yang kental dengan tradisi tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun dan selalu disambut antusias warga. Tidak hanya sekedar ceremonial tahunan semata, namun peringatan secara rutin tersebut memiliki makna akan rasa cinta yang begitu besar kepada Rasulullah.

“Warga Sulawesi Selatan di Binaloka masih menjunjung tinggi tradisi seperti ini sehingga setiap Maulud Nabi selalu disiapkan ember berisi makanan. Tahun ini jumlahnya meningkat hingga 200 ember, pertanda bahwa antusias warga juga semakin meningkat,”terang pria yang juga menjabat sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Samkai ini. Ia mengharapkan melalui peringatan Maulud Nabi dapat meningkatkan kecintaan dan keimanan sebagai umat Muslim serta meneladani Rasul dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu Ustad Abdul Kadir Arif selaku pimpinan Pondok Pesantren Al Munawaroh dalam tausiahnya menyampaikan bahwa dengan peringatan Maulud Nabi maka umat Muslim dapat mengingat kembali sosok Sang Rasul dan meneladaninya. Namun ia mengingatkan agar tidak menyalahkan atau membeda-bedakan orang yang tidak merayakan Maulid dengan yang merayakan. Selain itu tradisi yang masih dilestarikan oleh warga Sulawesi Selatan juga sangat positif namun harus diingat agar tidak menghilangkan makna dari peringatan Maulud.  “Jangan datang ke acara Maulud Nabi hanya untuk mendapatkan ember namun harus fokus kepada makna dari peringatan itu sendiri dimana kita selalu mengingat Rasul dan suri tauladan yang beliau ajarkan,”terangnya.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *