MKKS Inisiasi Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar

  • Bagikan
Marthen Rummar saat memberi arahan (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,- MKKS Wilayah Adat Ha Anim menggelar pelatihan implementasi kurikulum merdeka belajar bagi wakil kepala sekolah kurikulum SMK Papua di aula SMKN 3 Merauke yang resmi dibuka oleh Kepala BPPMPV KPTK Goa, Dr.Andi Rusdi, M.Pd, Senin (7/11). Kegiatan dilaksanakan sejak Senin hingga Sabtu mendatang dengan peserta sebanyak 23 orang. Adapun beberapa materi yang diberikan antara lain kebijakan pengembangan SMK dan strategi implementasi kurikulum merdeka, penyusunan KSOP, memahami capaian pembelajaran, assesment pembelajaran, perencanaan berbasis data dan pengelolaan sumber daya sekolah, pengembangan komunitas praktisi serta project penguatan profil pelajar Pancasila.

Ketua MKKS Wilayah Adat Ha Anim, Marthen Rummar, S.Pd, M.Pd mengemukakan bahwa pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah diikuti oleh para guru beberapa waktu lalu di Kota Makassar. Adapun tujuan pelatihan yang dilaksanakan kali ini agar diperoleh pemahaman yang sama antara kepala sekolah dan wakasek kurikulum sehingga kurikulum merdeka belajar dapat diimplementasikan tahun ini khususnya di wilayah Anim Ha.”Oleh sebab itu diharapkan kepada seluruh peserta agar dapat menyimak materi dengan baik dan benar-benar fokus selama seminggu ini sehingga mendapatkan hasil yang baik,”terang Marthen.

Sementara itu Andi Rusdi menyampaikan terima kasih atas inisiatif pengurus MKKS Wilayah Adat Ha Anim yang telah melaksanakan pelatihan implementasi kurikulum merdeka belajar dan patut diapresiasi. Dengan hadirnya PPS tentunya tantangan di bidang pendidikan akan semakin berat khususnya pelayanan pendidikan di lingkup SMK karena lulusan SMK nantinya diharapkan dapat langsung bekerja. Dengan hadirnya provinsi baru maka lapangan kerja akan terbuka lebar.

“Namun para guru harus mampu mempersiapkan siswanya dengan optimal sehingga dapat merespon dan menghadapi segala tantangan yang ada. Khususnya SDM yang ada di kawasan selatan harus dapat dibina dengan maksimal sehingga menghasilkan tenaga kerja dan tidak didominasi oleh tenaga dari luar,”terangnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan kurikulum merdeka belajar  dengan harapan kearifan lokal dapat terus tumbuh dan berkembang serta berbagai manfaat lainnya.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *