Masyarakat Lokal Pantai Payum Diajari Buat Kecap Ikan

  • Bagikan

MERAUKE, ARAFURA,-Belum lama ini tim Dosen dari Fakultas Pertanian Universitas Musamus (UNMUS) menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan kecap ikan. Pendanaan kegiatan ini bersumber dari DIPA internal UNMUS tahun 2023 oleh tim pengabdian dosen yaitu Dr. Ivonne Raystika Gretha Kaya, S.Pi., M.Si dan Nurliah, SP., M.Si dengan sasaran masyarakat lokal Pantai Payum.

“Ikan merupakan sumber protein terbaik serta dapat menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung. Selain itu, ikan juga dapat meningkatkan kecerdasan dan penglihatan pada tumbuh kembang anak. Namun, pada kenyataannya ikan bersifat perishable product yakni mudah busuk, sehingga perlu diolah dengan baik. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membuat produk kecap ikan,” terang Ivonne selaku ketua tim di sela-sela monitoring dan evaluasi di Pantai Payum.

Melalui pelatihan pembuatan kecap ikan, pihaknya berharap masyarakat bisa memanfaatkannya sebagai peluang usaha sebab ikan yang diolah tidak hanya terbatas pada terasi atau ikan asin.

Selain pelatihan, juga dilakukan pendampingan untuk memotivasi masyarakat lokal terutama para wanita agar secara mandiri dapat memulai usaha untuk menambah penghasilan keluarga.

“Kami tim Dosen berharap produk kecap ikan dapat dilanjutkan oleh mama-mama sebagai produk unggulan sehingga ketika orang lain berbicara mengenai kecap ikan maka yang diingat adalah produk kecap ikan dari Pantai Payum, ” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan pengabdian telah berlangsung sepanjang Bulan September 2023 yang mencakup 4 tahapan yaitu sosialisasi manfaat mengkonsumsi ikan, pelatihan pembuatan kecap ikan, packaging produk serta monitoring dan evaluasi.

Peserta yang dilibatkan adalah perempuan dari berbagai kalangan usia yang merupakan warga lokal Pantai Payum. Welhelmina Mahuze salah satu peserta mengatakan bahwa ia sangat senang dengan adanya pelatihan tersebut karena sangat mudah dan ia dengan cepat bisa mengingat setiap tahapan. “Kami berharap para dosen tim pengabdian nantinya bisa membantu dalam hal pemasaran, ”ujar Welhelmina.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *