Masyarakat Kampung Rezeki Dilatih Buat Nata De Coco Dan Kripik Dari Batang Pisang

  • Bagikan

MERAUKE,ARAFURA,-Kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian. Sebagai bentuk pelaksanaan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dosen Program Studi Teknik Pertanian (TEP) Fakultas Pertanian bekerjasama dengan Program Studi Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Musamus aktif melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selain merupakan salah satu kewajiban, pengabdian masyarakat merupakan komitmen Prodi TEP dan Matematika untuk berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat. Dalam kesempatan ini, para dosen dan mahasiswa mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan nata de coco dan kripik gedebong pisang atau batang pisang kepada masyarakat Kampung Sumber Rejeki Distrik Kurik Kabupaten Merauke belum lama ini.

Produk olahan nata de coco berbahan dasar olahan air kelapa cukup mudah ditemui di pasaran, tetapi tidak banyak masyarakat bisa mengolah fermentasi air kelapa ini menjadi olahan nata de coco yang disukai berbagai kalangan usia. Nata de coco dapat menjadi bahan campuran es krim, sirup dan makanan ringan lainnya.

Nata de coco merupakan produk dari mikroorganisme acetobacter xylinum melalui proses fermentasi air kelapa sebagai media tumbuh. Pelatihan ini dibimbing oleh Dr. Mega Ayu Yusuf, S.TP, M.Si dan Yosefina Mangera, S.Si, M.Sc sebagai pemateri. Materi pelatihan disesuaikan dengan kondisi masyarakat di Kampung Sumber Rejeki. Kebanyakan peserta adalah ibu-ibu dari kelompok PKK yang umumnya berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan memiliki usaha warung.
Dr. Mega menjelaskan, pihaknya juga memberikan pelatihan tentang pembuatan kripik gedebong pisang dengan kandungan minyak rendah yang disampaikan oleh Yosefina Mangera.
Kita tidak hanya memberikan pelatihan pembuatan nata de coco saja tetapi juga memberikan pelatihan bagaimana memanfaatkan gedebong pisang menjadi produk pangan seperti kripik,” terangnya.

Pihaknya berharap, pelatihan kali ini dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang berlangsung pada 22 September 2023 ini bertujuan untuk memberikan edukasi terhadap peserta kegiatan, yaitu perwakilan masyarakat Kampung Sumber Rejeki Distrik Kurik. Kegiatan sebagai bentuk kerjasama yang terjalin antara Prodi TEP dengan Pemerintah Kampung Sumber Rejeki melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS).
“Lewat pelatihan diharapkan dapat memberikan ilmu yang bermanfaat. Dalam hal ini
dengan memanfaatkan air kelapa kepada ibu-ibu PKK Kampung Sumber Rejeki agar masyarakat bisa menggunakan hasil fermentasi air kelapa ini agar mempunyai nilai ekonomis yang dapat membantu perekonomian keluarga,”ujar ucap Dr. Mega.
Ia juga berharap ke depannya dapat dipraktekkan oleh masyarakat untuk pengembanga yang lebih optimal. Terlebih, bahan dasar yang digunakan mudah ditemukan, yaitu air kelapa dan batang pisang yg banyak tersedia di lingkungan kampung. Air kelapa khususnya kelapa tua jarang dimanfaatkan sehingga dengan adanya pembuatan nata de coco, warga dapat belajar dan memanfaatkan limbah air kelapa menjadi produk pangan dan dapat dijual guna meningkatkan perekonomian masyarakat di Kampung Sumber Rejeki.

Selain itu pemanfaatan batang pisang (gedebong pisang) juga masih jarang dilakukan. “Semoga warga dapat memanfaatkan air kelapa dan batang pisang tersebut untuk diolah lagi agar memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Kampung Sumber Rejeki, ”pungkasnya.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *