Konsultasi Publik, Kolaborasi PT. BIA Dan Pemda Bahas Pengembangan Masyarakat

  • Bagikan

MERAUKE, ARAFURA,– Pemerintah Daerah Merauke dan PT. Bio Inti Agrindo (PT. BIA) menjalin kemitraan strategis pengembangan masyarakat dan pelestarian alam. Melalui kegiatan konsultasi publik kedua yang dilaksanakan, Senin (26/6). Diharapkan para pihak dapat berbagi peran masing-masing guna mencapai tujuan bersama yakni Merauke gerbang masyarakat sehat, cerdas dan sejahtera.

Konsultasi publik yang dilaksanakan di Hotel Halogen ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, perwakilan kepala kampung, Lembaga Masyarakat Adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, DPMPTSP BKSDA, Dinas Ketahanan Pangan, Politeknik Yasanto, Universitas Musamus dan peserta lain dari pihak terkait.

Semua pihak diharapkan dapat menginformasikan hasil kegiatan sepanjang tahun 2022 lalu, menjaring aspirasi serta masukan dari para pemangku kepentingan dan dapat mensinergikan kegiatan Pemda Merauke bersama PT. BIA dalam melaksanakan program di tahun mendatang agar program yang direncanakan tepat sasaran dan terealisasi di lapangan sesuai kebutuhan masyarakat.

Jeremias Ndiken selaku Asisten II Setda Kabupaten Merauke menyampaikan, masyarakat Malind haru mempunya anak- anak yang cerdas, agar dapat membangun Merauke. Terkait pembagian bagi hasil plasma agar digunakan dengan baik oleh masyarakat, dapat dibagi serta disisihkan untuk tabungan.

Sementara itu Yanto Dawenan selaku General Manager PT BIA menuturkan bahwa kegiatan tersebut adalah komitmen PT.BIA sebagai perusahaan berkelanjutan dan sangat membutuhkan dukungan dari para steke holder agar rencana kegiatan pada 8 kampung diimplementasikan dengan baik.

Konsultasi kali ini sebagai tindak lanjut kemitraan strategis Pemda Merauke dan PT. BIA yang telah dilakukan pada Juni 2022 lalu. PT.BIA yang diwakili oleh Resit Sozer sebagai Manager Program menyampaikan, perkembangan yang telah dilakukan selama satu tahun antara lain adalah kajian sosial budaya dan ekonomi yang dilakukan bersama dengan Politeknik Yasanto Merauke. Kajian base line ini akan dijadikan tolak ukur/indikator kesuksesan dalam implementasi program.

Implementasi program pengembangan masyarakat dan pelestarian alam akan berfokus di Distrik Muting dan Ulilin pada 8 kampung, yaitu Kampung Selil, Kindiki, Pachas, Muting, Boha, Kolam, Wan dan Selauw. Dalam kesempatan itu pihak Dinas Pendidikan juga memaparkan hasil base line pendidikan dengan menggunakan Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang telah dilakukan pada Mei 2023 lalu. Dilanjutkan dengan pemaparan hasil base line kesehatan yang dilakukan berdasarkan MoU PT.Bio Inti Agrindo dengan BKKBN. Kajian dilakukan pada April 2023 oleh Puskesmas Muting dan Klinik PT BIA yang di supervisi oleh Dinas Kesehatan dengan melakukan screening dan wawancara untuk menentukan sasaran perbaikan gizi / pemberian makanan tambahan.

salah satu program yang mendukung untuk mencegah stunting, sebagai bagian dari isu prioritas nasional yang telah dicanangkan Presiden Jokowi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan target penurunan nasional dari kondisi 24,4% pada 2021 menjadi 14% pada 2024.

Sebagai informasi, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.Program ini dilakukan dengan cara Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita. Harapannya, melalui PMT maka keberadaan ibu dan anak menjadi lebih sejahtera dan terbebas dari stunting. “Program PMT akan diberikan kepada sasaran yang telah diidentifikasi pada 8 kampung dengan harapan ibu dan anak akan terbebas dari stunting, ”ujar dr. Wawang Tirtana dalam pemaparannya.
Dijelaskan,rencana program kesehatan tahun ini. Selain itu petugas juga akan memberikan sosialisasi mengenai pola hidup bersih dan sehat juga informasi gizi dalam kegiatan pendampingan selama 12 bulan ke depan.

Hasil kolaborasi BIA dengan P3MD juga telah berhasil membentuk Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) di 3 kampung pada tahun 2023 ini yakni Kampung Selil, Kindiki dan Muting untuk dijadikan sebagai percontohan pengelolaan usaha lokal, sosialisasi pembentukan BUMK. Penyusunan anggaran dasar dan musyawarah kampung telah dilakukan pada Mei 2023 lalu oleh TAPM P3MD, TPP Disktrik Muting dan Distrik Ulilin juga PT.Bio Inti Agrindo.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *