Inspirasi Anak Muda, Kisah Sukses Lulusan Unmus Sang Perancang Masjid Modern Al Liwa

  • Bagikan

MERAUKE,ARAFURA,-Anak muda merupakan aset berharga bagi bangsa yang memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan positif dalam masyarakat. Salah satu cerita inspiratif yang patut dicontoh adalah kisah sukses seorang anak muda lulusan universitas terbaik yang ada di Merauke, Papua Selatan. Ia mampu menunjukkan talenta dan bakatnya dalam dunia arsitektur sebagai bentuk kontribusi untuk umat dan lingkungan sekitar. Cerita ini membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari segi materi, tetapi sejauh mana seseorang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.

Salah satu contoh nyata adalah perjalanan hidup Muhammad Iqbal Fauzi yang biasa disapa Mas Iqbal, seorang lulusan teknik arsitektur dari sebuah universitas ternama yakni Universitas Musamus. Sebagai mahasiswa yang dulunya terhitung berprestasi dan aktif dalam organisasi kemahasiswaan, Iqbal tidak hanya memahami bagaimana mendesain bangunan modern, tetapi juga memiliki keinginan kuat untuk memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakat.

Setelah meraih gelar sarjana, Iqbal memutuskan untuk bergabung di Perusahaan Developer Properti yakni PT. Tana Sharia Development yang fokus membangun perumahan komersil berbasis Property Syariah. dengan kegigihan dan prestasinya dalam berkarir mampu membuatnya meraih posisi sebagai project manager di usianya yang masih sangat muda. Baginya membangun sebuah hunian Islami juga menjadi salah satu impiannya yang sejalan dengan visi misi dari perusahaan dimana dia bekerja saat ini.

Menurut Iqbal, salah satu yang wajib dibangun dalam lingkungan tersebut yakni masjid yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial dan pendidikan. Langkah pertama Iqbal adalah melakukan riset menyeluruh terkait kebutuhan masyarakat di lingkungan perumahan. Dengan berkomunikasi secara intensif dengan para pimpinan direksi perusahaan, pengurus yayasan, tokoh agama dan warga setempat, Iqbal akhirnya dapat merancang masjid yang tidak hanya memenuhi fungsi keagamaan, tetapi juga mendukung pengembangan sosial dan pendidikan. Iqbal menyadari bahwa masjid dapat menjadi pusat yang mempersatukan masyarakat dan menyediakan berbagai program untuk meningkatkan kualitas hidup umat Muslim.

Putra kedua dari pasangan P Amir Machmud dan Suryani itu juga memiliki jiwa leadership yang telah tertanam dari kedua orang tuanya. Dibuktikan dengan kemampuannya mengakomodir dan mengumpulkan dukungan dari teman-teman lulusan universitasnya yang memiliki keahlian berbeda. Dengan kerjasama yang solid, mereka mampu mewujudkan proyek masjid dengan desain yang modern dan fungsional.

Masjid yang memiliki fasad modern minimalis tersebut dilengkapi dengan area utama shalat 5 waktu, ruangan kajian Islami, perpustakaan dan Tempat Pendidikan Quran (TPQ) yang menjadikannya tempat yang nyaman dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga sekitar. Minggu (10/12), merupakan waktu peresmian masjid tersebut yang kemudian diberi nama Al-Liwa. Ini merupakan keberhasilan Iqbal tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik masjid. Ia atas nama developer juga telah berkomitmen bersama yayasan Darun Nahdah Papua untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pemeliharaan untuk memakmurkan masjid.

Kisah anak muda kelahiran Merauke ini menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang tidak hanya diukur dari prestasi pribadi atau karir yang cemerlang, tetapi juga dari dedikasinya untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Anak muda memiliki peran penting dalam membentuk masa depan dan mengambil bagian dalam pembangunan masjid Al Liwa ini menjadi salah satu cara yang luar biasa untuk menunjukkan bahwa kesuksesan dapat diukur dari sejauh mana seseorang mampu memberikan dampak positif dalam kehidupan masyarakatnya.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *