MERAUKE, ARAFURA– Masih banyaknya anak-anak usia sekolah yang berkeliaran di jalan saat jam sekolah bahkan hingga larut malam, menjadi ‘potret buram’ wajah Kota Merauke yang merupakan ibukota Provinsi Papua Selatan.
Kondisi yang miris tersebut diperparah dengan mabuk lem aibun dan tidak sedikit yang membuat resah masyarakat. Oleh sebab itu dibutuhkan tindakan-tindakan nyata untuk mengatasi persoalan anak-anak jalanan yang merupakan asset masa depan daerah ini.
Gubernur Provinsi Papua Selatan Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST, MT saat dijumpai awak media di Gedung DPR Papua Selatan, Senin Desember 2025 mengatakan, persoalan anak jalanan patut mendapat perhatian serius. Kini pihaknya menyeruhkan instansi terkait untuk mendata sekaligus melakukan research atas kondisi tersebut. Untuk selanjutnya dilakukan langkah-langlah penanganan.
Menurut Gubernur Apolo, persoalan anak-anak terlantar harus dimulai dari keluarga, jadi harus dikaji secara kontruksi ,artinya secara memyeluruh. Kemudian dari sekolah baik itu sekolah formal dan non formal. Sebab daya tampung sekolah terhadap anak-anak juga diperhatikan baik itu sekolah negri, sekolah swasta maupun sekolah rakyat atau non formal lainnya.
“Kedepan anak-anak yang harus direhabilitasi, akan kita kolaborasi dengan dinas sosial kabupaten maupun kementerian sosial untuk pola penanganannya. Sehingga anak-anak kita dapat ditangani secara terstruktur, ‘ujar Gubernur Apolo. *”
Laporan :Felix




