Gandeng Para Ayah, Alif Kurniawan Inisiasi Program

  • Bagikan
Alif bersama ketiga ayah siswa saat memegang mawar dan mengucapkan tagline (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,-“Sejuta cinta untuk para ayah Indonesia, ayah hebat akrab dengan anak” menjadi tagline yang diusung oleh SDIT Permata Bunda dalam memperingati Hari Ayah Nasional tahun ini yang jatuh pada tanggal 12 November 2022. Alif F.Kurniawan selaku kepala sekolah menginisiasi program menarik untuk mengimplementasikan Hari Ayah di lingkungan sekolah yang direspon positif oleh orang tua siswa khususnya para ayah. Sebagai langkah awal, Alif mengundang perwakilan ayah siswa untuk mendiskusikan tentang program tersebut dalam bentuk FGD di Rooftop Café and Restoran, Jumat (11/11).

Beberapa poin yang ditekankan antara lain testimoni terhadap program sekolah tentang kegiatan keayahan seperti ayah berkisah, kelompok mengaji ayah, kegiatan ayah bersama anak, harapan bagi para ayah tentang kegiatan ayah di Papua bagi anak masing-masing serta yang tidak kalah penting adalah saran dan masukan bagi dunia pendidikan guna menumbuhkan kedekatan ayah dan anak. “Kita ingin mengajak para ayah terlibat dalam pengasuhan dan pendampingan pendidikan di Merauke khususnya di sekolah kita.

Oleh sebab itu saya mengundang tiga sosok ayah sebagai perwakilan anak dari masing-masing kelas untuk sharing dan memberikan masukan,”terang Alif. Sehari sebelumnya , Alif telah mengawali kegiatan dengan memberikan setangkai bunga mawar kepada siswa untuk diberikan kepada ayah masing-masing bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.  Hal yang sama juga dilakukan pada pertemuan kali ini dimana ia bersama tiga ayah tersebut memegang bunga secara bersamaan dan mengucapkan tagline khusus untuk memotivasi para ayah.

Pada dasarnya program yang diusung oleh Alif mendapat sambutan positif dari tiga ayah yang diundang bahkan mereka turut memberikan berbagai masukan agar program dapat berjalan lancar. Adapun ayah siswa yang hadir yaitu Sugeng Supriyadi yang merupakan ayah dari Zuyyin Husna Zahirah siswa kelas 3, Tri Abdiawan Amir ayah dari Shafiah Anindita Amir yang duduk di kelas 1 dan Markani ayah dari Afifah Zahidah siswa kelas 2.  Dalam kesempatan itu Markani mengemukakan bahwa dirinya ingin terlibat dalam pendidikan anak karena menurutnya pendidikan itu tidak hanya menjadi tanggung jawab guru semata.

Begitu pula di lingkungan keluarga tidak bisa hanya dibebankan kepada ibu saja tetapi membutuhkan peranan seorang ayah. Hal senada juga dikemukakan Tri Abdiawan yang menilai terobosan pihak sekolah dalam memaknai Hari Ayah sangat positif dan telah diimplementasikan selama ini dalam berbagai kegiatan. Di antaranya kegiatan bertajuk ‘ayah berkisah’ yang menurutnya menjadi pengalaman berharga dan sangat berkesan. Alasannya, program tersebut menjadi jembatan untuk menunjang pendidikan anak di sekolah. Menurutnya peran ayah dalam pendidikan anak bahkan di lingkup keluarga sangat penting.

“Ayah dapat dikatakan menjadi pemain di belakang layar yang mampu membuat anak merasa nyaman dan memastikan segala sesuatunya berjalan lancar,”tukasnya. Sedangkan bagi Sugeng Supriyadi, menyekolahkan anaknya di SDIT Permata Bunda merupakan keputusan yang tepat karena pendidikan yang diberikan benar-benar berkualitas termasuk ketika pandemi tengah marak dua tahun lalu. Sekolah ini mampu memberikan pelayanan yang maksimal terhadap hak anak untuk tetap mendapatkan pendidikan. “Alhamdulilah anak saya bisa diterima di SDIT Permata Bunda dan saya salut atas dedikasi para guru yang konsisten mendidik bahkan saat pandemi guru rela datang ke rumah siswa,”terang Sugeng.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *