Funtustic, Ini Hasil Home Industri Yang Dilatih Untung Sangaji

  • Bagikan

 

Andri saat menyimak arahan (foto:ist)

JAYAPURA,ARAFURA,- Pelatihan yang diberikan oleh Kepala Bagian Pengadaan Biro Logistik (Kabagada Rolog) Polda Papua, AKBP.Ir.Untung Sangaji, MH kepada anak muda di Jayapura dalam hal home industri masih berjalan hingga saat ini dan mampu memberikan hasil positif. Tidak hanya soal ketrampilan, produk yang dibuat juga mampu menghasilkan nominal yang tidak sedikit bahkan jika ditekuni jumlahnya cukup funstastic. Salah satu anak didik Untung Sangaji adalah Andri Rinaldy Bassay yang sudah mahir membuat pot bunga dan pot bonsai, produk yang tidak hanya menarik tetapi memiliki nilai jual menjanjikan.

Satu buah pot saja, jika dihargai 150.000.00 lalu dikalikan 160 pot yang sudah dibuat Andri maka dapat memperoleh penghasilan hingga 24 juta Rupiah. Jumlah 24 juta ini meskipun sudah dikurangi 3 juta untuk modal pasir, semen dan peralatan namun keuntungannya tetap masih besar. Kepada ARAFURA News, Sabtu (3/12) via telepon seluler, Untung Sangaji  menjelaskan bahwa hanya dengan modal satu sak semen mampu menghasilkan pot cukup banyak.

Apalagi hampir setiap hari anak didiknya itu aktif membuat pot sehingga dapat terus berproduksi.  “Luar biasa dia, saya salut dengan hasil kerjanya. Keuntungan yang funtastik ini benar-benar di luar ekspektasi.  Bayangkan saja kalau rutinitas ini diseriusi maka dalam waktu satu minggu, hanya dengan menghabiskan 5 sak semen bisa menghasilkan 105 juta dalam 1 bulan. Jika rutin dilakukan dengan team worknya maka penghasilan yang akan didapatkan cukup besar,”terangnya.

Mantan Kapolres Merauke ini semakin gencar memberikan edukasi terkait sentuhan dan pemikiran ekonomi kepada anak didiknya yang asli Serui itu. Gambaran yang diberikan oleh Untung Sangaji diterima dengan baik dan benar-benar diresapi oleh Andri. Sebagai karyawan hotel, Andri bisa mendapatkan penghasilan tambahan.  “Ternyata ada pekerjaan lain yang mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan diharapkan mampu menggugah pemikiran orang secara ekonomi dan membentuk opini publik demi perkembangan UMKM di masa mendatang. UMKM apa saja asalkan benar-benar ditekuni maka akan berhasil,”pungkasnya.(iis)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *