Dua Kampung Dapat Alsintan, Warning Soal Penggunaan Mengemuka

  • Bagikan

Sulaeman saat menyerahkan kunci hand traktor (foto:iis)
MERAUKE,ARAFURA,-Dua wakil rakyat, Sulaeman L.Hamzah dan Fauzun Nihayah menyambangi Kampung Matara Distrik Semangga, Rabu (29/12) untuk menyerahkan bantuan dua unit hand traktor kepada kelompok tani di dua kampung, yakni Kampung Waninggap Nanggo dan Kampung Matara sekaligus memberikan edukasi terkait penggunaan bantuan tersebut. Bantuan diserahkan di kantor Bamuskam Kampung Matara yang turut disaksikan oleh sejumlah warga, pihak distrik, kepala kampung dan dinas terkait. Kepada wartawan Sulaeman mengemukakan bahwa pada tanggal 21 Desember 2022 lalu bantuan telah diserahkan secara simbolis dan kali ini, pihaknya datang langsung bersama dinas terkait guna memberikan penguatan kepada masing-masing kelompok tentang pengelolaan alat agar digunakan semestinya dan bermanfaat bagi kelompok penerima.

Di hadapan warga Sulaeman juga menekankan bahwa pihaknya harus memastikan kelompok penerima bantuan dan bagaimana pengawasan penggunaan alat yang dalam hal ini bekerja sama dengan kepala kampung dan Gapoktan. “Jadi acara hari ini lebih kepada pemberian penguatan kepada kelompok terkait tata cara pengelolaan alat. Kelompok yang sudah terbentuk tentu berupaya melakukan yang terbaik namun setiap kelompok pasti masih memiliki kekurangan sehingga perlu diberikan penguatan khususnya terkait manajemen pengelolaan,”terang Sulaeman.

Sementara itu Kadistrik Semangga, Robertus Kaize menegaskan agar bantuan tersebut tidak disalahgunakan, apalagi digunakan mengangkut kayu dan bukan di sawah. Ia juga meminta warga merawat alat dengan baik agar tidak rusak. “Alat ini bukan untuk angkut kayu atau pisang tapi digunakan di sawah. Oleh sebab itu harus dirawat dan digunakan dengan baik karena jika rusak maka perbaikannya cukup mahal. Kita harus belajar dari pengalaman yang sudah terjadi sehingga ke depan tidak terulang lagi,”tegas Kadistrik. Ia meminta warga mensyukuri bantuan yang diterima sebagai hadiah Natal tahun ini dan meminta Dinas Pertanian untuk dapat memfasilitasi serta tenaga pendamping dapat mendampingi masyarakat secara rutin.
Hal senada juga disampaikan Fauzun Nihayah agar alat digunakan sesuai fungsinya. Sebab hand traktor yang disalurkan jumlahnya sangat terbatas dan merupakan aspirasi dari Sulaeman Hamzah di Senayan. Namun dua kampung lokal di Distrik Semangga berhasil mendapatkan bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian dari Sulaeman Hamzah yang sangat menghargai perjuangan dan kerja keras petani lokal di kedua kampung tersebut. Pemberian bantuan ini sudah menjadi program Rumah Aspirasi H.Sulaeman Hamzah dan menjadi wadah berbagi kasih dengan masyarakat. “Kampung Matara dan Waninggap Nanggo menjadi dua kampung yang beruntung karena mendapatkan bantuan masing-masing 1 unit hand traktor. Semua program yang diajukan beliau ke Rumah Aspirasi dikelola dengan baik dan bantuan langsung disalurkan kepada masyarakat penerima,”jelas Fauzun yang juga menjabat Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi ini.

Pada kesempatan itu Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Yuliana Katrince mengungkapkan, kelompok tani penerima manfaat harus terdaftar secara resmi dan benar-benar diawasi dengan ketat sehingga semua tertata dengan baik khususnya dalam pengelolaan alsintan. Sama halnya dengan apa yang disampaikan kedua wakil rakyat tersebut, Yuliana kembali menegaskan agar alat digunakan dengan semestinya dan tidak dimonopoli oleh perorangan namun harus digunakan secara kelompok.

“Sebelum alat disalurkan tetap harus kita verifikasi lagi karena dinas perlu memastikan apakah kelompok tersebut sudah pernah menerima bantuan, tahun berapa, apakah luas lahan memenuhi syarat atau tidak dan lain sebagainya. Jadi kita harus punya data itu semua,”jelas Yuliana. Selanjutnya Kabag Perekonomian Daerah Setda Kabupaten Merauke, Fransiskus Ciwe menyampaikan terima kasih atas perjuangan Sulaeman Hamzah sehingga bantuan bagi petani lokal dapat terealisasi. “Bantuan ini harus disyukuri karena alat tidak datang sendiri tetapi ada yang memperjuangkan dan mengadvokasi, yaitu Bapak Sulaeman Hamzah,”terang Fransiskus. Pihaknya terus berupaya untuk mendorong perekonomian orang asli Papua sehingga lebih maju dan mampu menghasilkan beras tanpa harus mendatangkan dari luar. Untuk itu alat harus dikelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah dan dapat digunakan secara kontinyu.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *