Budidaya Udang Dan Bandeng, Untung Sangaji Bantu Warga Aceh Utara Di Sektor Perikanan

  • Bagikan

ACEH UTARA,ARAFURA,- Ir.Untung Sangaji,MH Kapolres Aceh Utara masa jabatan 2016-2018 dan Kapolres Merauke masa jabatan 2020-2022, Selasa (22/8) terlihat bersama beberapa warga Aceh Utara berkunjung ke area tambak yang cukup luas di daerah Seunuddon untuk melepaskan benih ikan bandeng dan udang yang akan dibudiyakan di tambak tersebut. Untung Sangaji memang sudah cukup lama membina warga setempat agar dapat meningkatkan perekonomian khususnya di sektor perikanan. Salah satunya melalui budidaya bandeng dan udang dengan kualitas bagus.

Khusus untuk udang, Untung memilih udang Vaname yang dikenal memiliki kualitas unggul dan laris di pasaran. Sebagai inisiator, Untung telah memikirkan beberapa inovasi yang akan dilakukan ke depan guna membantu warga melalui komoditi yang menjanjikan. Gayung bersambut, ide brilian yang direncanakannya mendapat sambutan positif dari warga bahkan mereka sangat bersemangat untuk membantu mensukseskan keinginan mulia pria yang dikenal sangat mencintai masyarakat Aceh Utara itu.

Kepada ARAFURA News via telepon, Untung menyampaikan bahwa benih yang dilepaskan terdiri dari ikan bandeng di area seluas 4 hektar dan 3 hektar untuk udang Vaname. Adapun jumlah benih bandeng yang dilepaskan sebanyak 9.000 ekor sedangkan udang Vaname sebanyak 150.000 ekor. “Semoga pemberdayaan perikanan di wilayah ini dapat berkembang dan tumbuh lebih sehingga warga akan lebih banyak tersenyum di tengah situasi yang berkembang. Saya berharap program kegiatan di Aceh Utara yang saya gagas semakin baik dan wargapun semakin bahagia,”terang Untung.

Sekedar diketahui, udang Vaname menjadi salah satu jenis yang menjadi primadona di sektor perikanan. Udang ini banyak dibudidayakan di Indonesia dan sering dijadikan sebagai pengganti udang Windu karena produksinya yang menurun sejak 1996 silam. Udang Vaneme memiliki keunggulan antara lain dapat mencapai ukuran besar, dapat tumbuh secepat udang Windu, kebutuhan protein yang lebih rendah dan dapat ditebar dengan kepadatan tinggi hingga lebih dari 150 ekor/m2. (iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *