Bertemu Untung Sangaji, Pemuda Ini Minta Masyarakat Kampungnya Dilatih

  • Bagikan

MERAUKE,ARAFURA,-Menjadi momen yang berkesan ketika mantan Kapolres Merauke, AKBP Ir.Untung Sangaji, MH bertemu kembali dengan Agus Labetubun, salah satu pemuda asal Distrik Naukenjerai yang dikenal baik olehnya saat masih bertugas sebagai Kapolres Merauke dahulu. Tidak hanya bertegur sapa pasca kepindahannya ke Polda Papua sebagai Kabagada Rolog, Untung Sangaji dan Agus memanfaatkan momen tersebut untuk berdiskusi ringan, salah satunya keinginan pemuda tersebut untuk dilatih ketrampilan home industri bahkan bersama masyarakat Naukenjerai.

Kagum dengan kreativitas yang dimiliki polisi baik hati itu, Agus berharap ada kesempatan dimana Untung Sangaji dapat berkunjung ke kampungnya dan melatih warga setempat. Menanggapi keinginan sang pemuda, Untung Sangaji mengaku salut dengan semangat yang ada pada diri Agus dan akan berupaya untuk memenuhi keinginan tersebut. “Saya bangga dengan semangat pemuda ini, ia bahkan meminta agar masyarakat di kampungnya juga dapat kesempatan untuk dilatih karena sudah cukup lama mengantri saat saya masih menjabat Kapolres Merauke,”terang Untung Sangaji di Halogen Hotel, Minggu (19/2).

Tidak membatasi jenis pelatihan, sebenarnya ia bisa melatih apa saja sesuai dengan kondisi di lapangan. Pemuda tersebut sangat antusias dan Untung Sangaji akan menyesuaikan, terkait pelatihan yang cocok bagi masyarakat di distrik tersebut. Untung Sangaji menjelaskan, Agus memiliki bakat dan sudah sering melihat pelatihan yang ia laksanakan. Baik pembuatan kancing dari batok kelapa maupun VCO.

“Apapun nanti bentuknya pelatihan itu, dia bersedia. Saat masih jadi Kapolres Merauke memang saya harus membagi waktu dengan baik termasuk jadwal melatih warga secara bergiliran. Jumlahnya cukup banyak sehingga ada yang belum kebagian sampai saya dimutasi. Ya, mau bagaimana lagi karena jika harus melatih semuanya sekaligus, wah, bisa pusing juga saya,”tukas Untung Sangaji sambil tertawa.

Polisi yang dikenal pandai meracik kopi ini menambahkan, aktivitasnya juga sering dipantau melalui media sosial dan ternyata banyak yang suka. “Saya bertemu banyak orang saat masih menjadi Kapolres Merauke dulu, dari berbagai kampung dan wilayah manapun. Termasuk beberapa warga dari Naukenjerai yang tertarik untuk dilatih. Hanya saja dengan padatnya kesibukan sebagai polisi dan antrian masyarakat juga cukup banyak sehingga beberapa orang belum kebagian,”terang insinyur perkapalan ini.

Ia menegaskan, untuk memberi pelatihan banyak yang harus dipersiapkan dengan matang, tidak hanya dana tetapi juga pengadaan mesin, bahan baku dan yang tidak kalah penting adalah komitmen dan keseriusan warga mengikuti pelatihan. Menurut informasi, potensi kelapa cukup besar di distrik tersebut sehingga sangat cocok jika dijadikan bahan untuk pembuatan produk home industri.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *