Bertemu Satker, Anthonius Ingatkan Soal WBK

  • Bagikan

Bertemu Satker, Anthonius Ingatkan Soal WBK Dan WBBM

MERAUKE,ARAFURA,-Kakanwil Hukum dan HAM Papua, Anthonius Mathius Ayorbaba mengingatkan pentingnya melakukan upaya bersama untuk mewujudkan agar satuan kerja (satker) yang ada dapat meraih WBK dan WBBM. Hal itu dikemukakannya saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Merauke dan menggelar pertemuan dengan satker terkait di aula Bapas Kelas II Merauke, Sabtu (15/4).
“Tentu menjadi tantangan yang tidak mudah karena hingga batas waktu yang diberikan hampir semua satker yang ada di Papua belum menyelesaikan data pendukung.

Bahkan ada yang tidak menguplod data apapun. Saya pikir data yang sudah direkap oleh kepala bagian perencanaan dan humas dan kantor wilayah sudah bisa memberikan gambaran,”terangnya. Jadi ada miskomunikasi karena saat pengarahan dari biro perencanaan untuk WBK dan WBBM 2023 mengacu pada keputusan Menpan RB dimana tahun 2022 dan 2023 Kemenkum HAM hanya diberikan kuota 25 satker di seluruh Indonesia.

Namun ternyata dalam proses berjalan, ketentuan tersebut mengalami perubahan dimana semua satker diijinkan untuk mengikuti. Pada pertemuan tersebut sejumlah permasalahan disampaikan oleh satker, baik soal fasilitas pendukung di masing-masing instansi, rumah dinas, jumlah pegawai dan lain-lain dengan harapan dapat diperoleh solusi bersama demi kemajuan dan perbaikan ke depan.

Seperti yang diungkapkan oleh Kalapas Kelas IIB Merauke, Lukas Laksana Frans bahwa kondisi Lapas saat ini membutuhkan perhatian karena menghadapi berbagai keterbatasan dan kendala. Oleh sebab itu dengan meninjau secara langsung ke lingkungan Lapas ia mengharapkan Kakanwil dapat memberikan perhatian agar ke depan Lapas Merauke dapat dibangun dengan lebih baik dan layak huni.
Sementara itu Kepala Bapas Kelas II Merauke, Hernowo mengungkapkan bahwa salah satu yang menjadi permasalahan di lingkup Bapas adalah soal asesor yang belum ditindak lanjuti belum lagi ketersediaan masalah tempat tinggal pegawai.

Padahal koordinasi sudah dilakukan namun belum ada realisasi karena tempat tinggal atau rumah dinas sangat dibutuhkan. Saat ini pegawai yang dimiliki Bapas Merauke berjumlah 18 pegawai dan dengan jumlah tersebut pihaknya tetap berupaya memaksimalkan kinerja agar tetap berjalan baik.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *