Bencana Meningkat, SAR Diminta Mampu Identifikasi

  • Bagikan
Penyerahan plakat kepada Pemda oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke (foto:iis)

MERAUKE,ARAFURA,-Kecelakaan dan bencana di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Untuk itu tim SAR diharapkan mampu untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan pencegahan dalam hal penerbangan, pelayaran, maupun bencana dengan mengedepankan keselamatan sehingga dapat mengurangi tingkat resiko suatu kecelakaan dan bencana. Dengan semakin meningkatnya intensitas kecelakaan dan bencana  maka upaya penanggulangan kecelakaan dan bencana ditangani secara komprehensif, multi sektor, terpadu dan semakin berat. Hal itu dikemukakan Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Badan Pencarian dan Pertolongan dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasubdit Pengerahan Potensi dan Pengendalian Operasi, Emi Frizer pada rapat koordinasi pencarian dan pertolongan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kabupaten Merauke di Swiss-Belhotel, Selasa (18/10).

Dijelaskan, masyarakat sekarang dapat menilai terhadap apa yang sudah dikerjakan dan tuntutan masyarakat akan kerja cepat tim SAR harus direspon dengan baik serta dimaknai  sebagai dorongan positif untuk selalu berlatih dan bekerja secara profesional. Dengan demikian misi Basarnas untuk mewujudkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan yang handal, terdepan dan unggul dapat terwujud. Dengan diterbitkannya undang – undang nomor  29 tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan maka memberikan makna, pihak yang bertugas di lingkungan organisasi formal bidang pencarian dan pertolongan agar menjadikannya mandat yang harus diemban sesuai dengan ruang lingkup kerja serta menjadi dasar operasional dalam melaksanakan tupoksi pencarian dan pertolongan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Sementara itu Bupati Merauke dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Penanggulang Bencana Daerah, Romanus Sujatmiko mengemukakan bahwa sesuai dengan tema rapat kali ini yaitu “Melalui rapat koordinasi kita tingkatkan kerjasama antar potensi pencarian dan pertolongan pada kecelakaan kapal di perairan Laut Arafuru untuk mewujudkan semangat quick response SAR di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Merauke” maka seluruh pimpinan dari berbagai potensi SAR diundang untuk meningkatkan koordinasi terkait masing – masing instansi dalam menghadapi kecelakaan penerbangan maupun pelayaran, bencana dan kondisi membahayakan manusia di Merauke serta prosedur dalam melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan dari berbagai aspek.

Kesiapsiagaan secara umum dari tahun ke tahun, kejadian yang terjadi di Merauke masih didominasi oleh kecelakaan pelayaran.  Kecenderungan meningkatnya kecelakaan dan bencana ini tentu harus disikapi bersama, apalagi menurut BMKG saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan sehingga menuntut kewaspadaan dan kesiapan maksimal untuk menekan jumlah korban jiwa.  Dengan adanya sinergi, kesamaan pola pikir dan pola tindak sesuai dengan peran 5 pertolongan, didukung oleh seluruh potensi SAR yang ada di Kabupaten Merauke maka Kantor Pencarian dan Pertolongan merupakan leading sector dalam pelaksanaan operasi SAR sekaligus bertanggung jawab dalam pembinaan potensi SAR.  Namun dengan segala keterbatasannya tentunya SAR tidak dapat bekerja sendirian sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh potensi SAR sesuai dengan tugas masing masing, baik dari unsur TNI, POLRI, Pemda hingga relawan masyarakat.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *