Begini Cara Rumah Aspirasi Peringati Hari Ibu

  • Bagikan

Enam perempuan penerima penghargaan bersama Sulaeman Hamzah dan Fauzun Nihayah (foto:iis)
MERAUKE,ARAFURA,-Menginisiasi kegiatan khusus pada momen peringatan Hari Ibu yang ke-94, Fauzun Nihayah yang merupakan anggota DPR Papua sekaligus Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H.Sulaeman L.Hamzah dan Pendiri Sekolah Politik Perempuan serta Sulaeman Hamzah yang merupakan anggota DPR RI memiliki segudang harapan dan tujuan mulia kepada seluruh kaum wanita terutama para ibu yang ada di selatan Papua. Kegiatan yang dikemas dengan tajuk “Semarak Peringatan Hari Ibu Ke-94’ itu dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, yaitu lomba membaca puisi, lomba memasak, senam pagi bersama dan yang tidak kalah penting adalah pemberian penghargaan kepada sosok perempuan inspiratif.

Kepada wartawan Fauzun mengemukakan bahwa lomba memasak diikuti oleh 11 kelurahan, lomba puisi diikuti oleh para siswa Sekolah Politik Perempuan sedangkan penghargaan diberikan kepada 6 perempuan inspiratif yang ada di Kabupaten Merauke. Khusus untuk perempuan inspiratif memang hanya 6 orang yang lolos seleksi dan memiliki peran besar di berbagai bidang, antara lain sosial kemanusiaan, pendidikan, lingkungan hidup, pemerintahan dan dari sisi keluarga. Selain memberikan sertifikat, pihaknya juga memberikan tali asih kepada keenam perempuan tersebut yang memang dinilai layak sebagai sosok yang menginspirasi.

Sementara itu di hadapan para kaum perempuan yang hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Rumah Aspirasi Sulaeman Hamzah, Kamis (22/12) siang itu, Fauzun mengingatkan tentang besarnya peran seorang ibu terhadap anak-anaknya. Dirinya mengenang sosok sang bunda yang belum lama ini telah wafat sebagai ibu yang sangat kuat, tegar dan mengasihi anak-anaknya. Dalam ceritanya, Fauzun mengenang sang bunda yang selalu mengajarkan kebaikan dan tidak boleh memandang rendah orang lain. Nasehat itu selalu diingat oleh Fauzun dan saudara-saudaranya sehingga menjadi pegangan untuk menjalani roda kehidupan hingga mencapai kesuksesan seperti sekarang ini.

“Ibu membesarkan saya dan saudara-saudara saya dengan berjualan beras. Namun ada satu hal yang membuat saya heran karena ibu selalu melebihkan takaran berasnya kepada pembeli. Alasannya sungguh membuat saya terharu karena menurut ibu, di dalam rezeki kita terdapat pula rezeki orang lain sehingga sudah selayaknya kita berbagi. Semua itu akan menjadi berkah, tidak hanya bagi orang lain tetapi juga diri kita dan keluarga,”terang Fauzun dengan rasa haru. Ia benar-benar terinspirasi dengan sikap sang bunda karena di usia yang tidak lagi muda dan sebelum ajal menjemput, semangat sang bunda tidak pernah surut untuk berbagi kepada sesama.

Pada kesempatan yang sama, Sulaeman Hamzah saat ditemui wartawan menyampaikan, kegiatan perdana yang dilaksanakan Rumah Aspirasi itu bertujuan untuk mengingatkan kembali peran besar para ibu sehingga tidak akan pernah terlupakan. Salah satu peran seorang ibu adalah membantu menambah penghasilan keluarga dengan kreativitas yang dimiliki. Para ibu mampu mengambil peran dalam keluarga namun belum terlalu banyak diketahui oleh banyak orang di luar. Oleh karena itu pihaknya mengemas kegiatan yang sederhana dan bersifat massal agar dapat meningkatkan kreativitas para ibu. “Contohnya lomba masak, mereka sangat kreatif mengolah masakan dengan bahan sagu dan kompak berkolaborasi dengan keanekaragaman suku dalam satu kelompok. Ini bagus dan sangat baik untuk dikembangkan, oleh sebab itu kegiatan seperti ini akan kita lanjutkan,”tukas Sulaeman.(iis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *