Refleksi 124 tahun, Merauke Sebuah Catatan Drs. Johanes Gluba Gebze

Sama sama mengalami kasih tanah negeri yang beribu kota di Merauke yang saat ini sudah berusia 124 tahun ,melewati 4 empat jaman. ,

Jaman Belanda, Sekutu, Untea dan Indonesia saat ini yang berawal embrio kotanya pos pengendali keamanan Belanda yang kemudian berkembang menjadi Ibu Kota Kembar Pemerintahan Zeud Nieuw Guinea( Nieuw Guinea Selatan/Papua Selatan.

Pernah Irian Barat Selatan ,kemudian Irian Jaya Selatan dan Papua Selatan Saat ini. Kembaran berikutnya sebagai Ibu Kota Onder Afdelling Merauke, ibuukota Pengendalian Sekutu pada Perang Dunia Ke 2, Kota Penyelenggaraan PLebisit/Referendum atau Penentuan Pendapat Rakyat Irian Barat Selatan Tanggal 16 Juli 1969,Ibu Kota KPS Merauke ,Kecamaan Merauke, yang sekarang disebut Distrik Merauke.

Dimana sekaligus sebagai Ibu Kota Kabupaten Merauke yang merupakan Ibukota Pemerintahan Juga sebagai Pusat Agama Keuskupan Agung Merauke. Hingga posisi terakhir sebagai Ibukota Pementahan Provinsi Papua Selatan sejak 25 April 2002 melalui Unda g Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2002.

Demikian Kilas Balik Sejarah Kota Merauke sampai Perayaan 124 Tahun Hari Jadinya.
Moga berkenan untuk pengetahuan generasi Muda Saat Ini dan Pengetahuan Publik Dalam Memahami Sejarah Panjang Kota Merauke.

Selamat Merayakan Hari Jadi Kota Bersejarah Merauke Saat Ini Yang Sebelumnya Bernama YELMASU .Tuhan Memberkati Kota Ini Dan seluruh Isi Penduduk Yang Terdiri Dari Malind Anim/Anem, Malind Pu anim/Pu anem dan Pu Anim/Anem.
Salam Bahagia Untuk Mu Semua.”